twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Home. Tampilkan semua postingan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XII/1
Materi Pokok : Gejala gelombang
Pertemuan Ke- : 1 dan 2
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Standar Kompetensi :
Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah

Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum

Indikator :
Mengidentifikasi karakteristik gelombang transversal dan longitudinal
Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan elektromagnetik
Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan/pembiasan, superposisi, interverensi, dispersi, difraksi, dan polarisasi)
Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
Ü   Mengidentifikasi karakteristik gelombang transversal dan longitudinal dengan Tekun ( diligence ) dan Secara telitian ( carefulness)
Ü  Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan elektromagnetik dengan Tekun ( diligence ) dan Secara telitian ( carefulness)
Ü  Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan/pembiasan, superposisi, interverensi, dispersi, difraksi, dan polarisasi) dengan Tekun ( diligence ) dan Secara telitian ( carefulness)
Ü  Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner dengan Tekun ( diligence ) dan Secara telitian ( carefulness)

Ü  Karakter siswa yang diharapkan :
Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)


B. Materi Pelajaran :
Lembaran materi pelajaran di lampirkan pada modul atau handout atau lembar kerja siswa atau buku paket pelajaran

Pertemuan ke-1 dan 2
1. Gelombang adalah getaran yang merambat atau energi yang merambat
2. Gelombang transversal arah getarannya tegak lurus arah rambatan, sedangkan gelombang longitudinal arah
getarannya sejajar dengan arah rambatan
3. Salah satu sifat gelombang adalah dapat dipantulkan. Selain dapat dipantulkan juga dapat dibiaskan, digabungkan,
dilenturkan dan dipolarisasikan
4. Pembiasan cahaya:
– Pembiasan gelombang pada permukaan air
– Pembiasan cahaya
– Pemantulan sempurna

C. Alat dan Sumber Belajar :
1. Alat : alat-alat percobaan
2. Sumber belajar :
- Buku paket
- Buku referensi lain yang relevan
- LKS TUNTAS

D. Strategi Pembelajaran :
1. Strategi : Missouri Mathemetic Project (MMP) dan Cooperative Learning
2. Pendekatan : Konsep
3. Metode : Kombinasi ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas berserta inkuiri

E. Skenario Pembelajaran :

   Pertemuan I dan II:
a. Pendahuluan
        -   Apersepsi       :   Sebutkan contoh contoh getaran dalam kehidupan keseharian
        -   Motivasi         :  -    Mengapa getaran perlu dipelajari
                            - Apa sebab dan akibat jika terjadi getaran
   b. Kegiatan Inti    :
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Menjelaskan proses getaran yang menyebabkan terjadinya bentuk gelombang dengan Tekun ( diligence )
F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
F memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
F melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.




§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F Salah satu siswa disuruh menjelaskan proses terjadinya getaran yang menyebabkan terjadinya berbagai bentukan gelombang
F Siswa dibagi menjadi 2 kelompok
            *  Kelompok I     :   diberi tugas memberikan contoh faktor penyebab terjadinya bentukan  materi yang dipelajari yang berasal dari bumi
            *  Kelompok II    :   Memberikann contoh penyebab terjadinya bentukan materi yang dipelajari yang  berasal dari percobaan manusia
F Setiap kelompok membuat hasil laporan dari diskusi kelompok Secara telitian ( carefulness)
F apa kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan dan kelompok lain memberikan tanggapan
F ya jawab tentang perbedaan faktor yang berasal dari bumi dan buatan manusia
F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
F memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
F memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
F memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

c. Kegiatan Penutup
    Dalam kegiatan penutup, guru:
F bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
F melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
F memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
F merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;

F. Penilaian :

Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
·   Mengidentifikasi bentuk-bentuk getaran

·   Mendeskripsikan proses getaran dari alam.

·   Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya getaran dari alam.

·   Mengidentifikasi bentuk-bentuk getaran buatan tangan manusia

·   Mendeskripsikan proses getaran dari buatan tangan manusia.

Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya getaran dari buatan tangan manusia.
Tes tulis


Tes tulis


Tes tulis




Tugas


Tugas


Tes tulis























Pilihan Ganda

Pilihan Ganda

Pilihan Ganda



Tugas rumah


Tugas rumah

Pilihan ganda

















Semua soal dan tugas rumah di lampirkan pada modul atau diktat atau handout atau lembar kerja siswa



Pedoman penskoraan:
Masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.  Jika jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam
skala 0 – 100 sebagai berikut  Nilai akhir = 100

Cikembar,  Juli  2011
Mengetahui
Kepala Sekolah                                   Guru Mata Pelajaran




Drs. Shodiq                                        Irma Kusuma Wardani
NIP.                                                  NIP.




RESUME SUHU DAN KALOR
Kompetensi dasar     : Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat
A.    Suhu dan Termometer
Suhu didefinisika sebagai ukuran derajat panas dinginnya suatu benda atau system. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi dan benda yang dingin memiliki suhu yang rendah. Pada saat kita memanaskan atau mendinginkan suatu benda sampai pada suhu tertentu, beberapa sifat fisik benda tersebut berubah. Sifat-sifat benda yang bisa berubah akibat adanya perubahan suhu disebut sifat termometrik. Berdasarkan sifat-sifat termometrik itulah kita dapat membuat alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu benda, yang disebut thermometer.
Ada berapa jenis termometer?
Termometer yang paling banyak digunakan untuk mengukur suhu dalam keseharian adalah termometer yang terbuat dari kaca dan diisi dengan zat cair. Selain termometer zat cair, jenis-jenis termometer lainnya adalah termometer bimetal, termometer hambatan, termokopel, termometer gas, pyrometer. Terdapat tiga macam skala thermometer yang biasa digunakan dalam pengukuran suhu, yaitu skala Celcius, skala Fahrenheit, skala Kelvin, dan skala Reamur.
a.      Skala Celcius
Skala yang menggunakan titik lebur es murni dan titik didih air murni sebagai dua titik tetap. Titik lebur es murni ditetapkan sebagai suhu 0o. Titik didih air murni pada tekanan standar ditetapkan sebagai suhu 100o. Perubahan suhu 100o bersesuaian dengan perubahan nilai termometrik sebesar X100 – X0.
b.      Skala Kelvin
Skala Kelvin berbeda dengan sua skala yang lain, didasarkan pada suhu terendah yang mungkin, yaitu -273oC. Oleh karena itu, skala nol pada skala Kelvin sama dengan -273oC. Satu Kelvin (tanpa derajat) sama dengan satu derajat Celsius. Biasanya, skala Kelvin disebut sebagai skala suhu mutlak (absolute) atau suhu skala termodinamik. Satuan Kelvin inilah yang digunakan sebagai satuan SI untuk suhu.
c.       Skala Fahrenheit
Pada skala Fahrenheit juga ditetapkan dua titik tetap, yaitu titik lebur es diberi angka 32 dan titik didih air diberi angka 212.
d.      Skala Reamur
Pada skala Reamur, es melebur dan air mendidih juga dipilih sebagai dua titik tetap. Es yang melebur didefinisikan memiliki suhu 0o sedangkan titik didih air murni pada tekanan standar ditetapkan memiliki suhu 80o.




B.     Pemuaian
Ketika sebuah benda dipanaskan, gerakan molekul-molekulnya semakin cepat, yang menyebabkan pergeserannya semakin besar. Secara keseluruhan, jarak antarmolekul menjadi bertambah sehingga terjadilah peristiwa yang disebut pemuaian. Suatu benda menerima sejumlah kalor, kemungkinan yang terjadi adalah: Suhu benda akan naik, benda mengalami pemuaian, benda mengalami perubahan wujud. Pada umumnya, apabila suatu benda dipanaskan maka benda itu akan memuai. Besarnya pemuaian benda tergantung pada : Ukuran benda semula, kenaikan suhu, Jenis benda
Pemuaian Zat Padat
a.      Pemuaian Panjang
Jika suatu benda dipanaskan, benda tersebut akan memuai ke segala arah. Dengan kata lain, ukuran panjang, luas, dan volum benda bertambah maka dapat disimpulkan bahwa besar pertambahan panjang : L = L0 (1 +  α∆t)
b.      Muai luas
Jika benda yang berbentuk bidang (pelat atau lembaran) dipanaskan maka panjang maupun lebarnya bertambah. Pemuaian luas berbagai zat bergantung pada koefisien muai luas A = A0 + (1 + β∆t)
c.       Muai Volume
jika suatu benda berbentuk kubus dengan sisi L0 dipanaskan sehingga suhunya berubah sebesar ∆t, maka kubus akan memuai pada ketiga sisinya Vt = V0 (1 +  ∆t)
Pemuaian Zat Cair
Berbeda dengan zat padat, pada zat cair kita hanya mengenal pemuaian volume. Jadi, pada umumnya volume zat cair bertambah ketika suhunya dinaikan . karena molekul zat cair lebih bebas dibandingkan molekul zat padat, maka pemuaian pada zat cair lebih besar dibandingkan pada zat padat. Sifat pemuaian zat cair inilah yang digunakan sebagai dasar pembuatan thermometer. Rumus-rumus pemuaian volume pada zat padat berlaku pada pemuaian zat cair.Khusus untuk air, pada kenaikan suhu dari 0oC sampai 4oC volumenya tidak bertambah melainkan menyusut. Pengecualian ini disebut dengan anomali air.
Pemuaian Gas
a.      Hukum Gay Lussac
Jika pengukuran suhu gas dimulai dari 0oC, gas mempunyai koefisien muai ruang   = 1 / 273 /oC. Jika gas mula-mula berada pada suhu 0oC, volumenya V0, kemudian dipanaskan sampai suhu toC maka volumenya bertambah: Volume gas yang dipanaskan menjadi. Ternyata pada tekanan tetap, volume gas dibagi dengan suhu mutlaknya selalu tetap. Dirumuskan: V/T = k
b.      Hukum Boyle
Pada batas-batas volume tertentu dan suhu rendah yang konstan berlaku bahwa hasil perkalian antara volume gas dan tekanannya selalu konstan. Dapat dirumuskan: P1 V1 = P2 V2 atau pV = k

c.       Hukum Boyle-Gay Lussac
Pada tekanan tetap P2, suhu gas diubah dari T1 menjadi T2, sehingga volume gas berubah menjadi V2. Sesuai dengan hukum Gay Lussac diperoleh:
V’ = V2T1/T2
Dari persamaan p1V1/T1 = p2V2/T2 maka diperoleh pV/T = k
C.    Kalor (Energi Panas)
Kalor dikenal sebagai bentuk energy yaitu energy panas dengan notasi Q. Satuan kalor adalah kalori (kal) atau kilo kalori (k kal) 1 kalori/kilo kalori adalah : jumlah kalor yang diterima/dilepaskan oleh 1 gram/1 kg air untuk menaikkan/menurunkan suhunya 10 C. Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi.
1 joule = 0,24 kal
 
1 kalori = 4,2 joule
 
Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini ditentukan oleh Percobaan Joule.
                                                                       atau
Harga perbandingan di atas disebut Tara Kalor Mekanik. Jika kalor jenis suatu zat = c, maka untuk menaikkan/menurunkan suatu zat bermassa m, sebesar Dt  0C, kalor yang diperlukan/dilepaskan sebesar :
Q = m . c . Dt
 
 

Keterangan :
Q = dalam satuan k kal atau kal
m = dalam satuan kg atau g
c  = dalam satuan k kal/kg 0C atau kal/g 0C
Dt = dalam satuan 0C